Hatiku tersentak. Aku dapat merasakan perasaan kakek dan kebanggaannya, dan aku juga dapat merasakan makna perasaannya tentang desanya, tentang tanah dan kebunnya, tentang keterikatannya dengan dunia yang dihidupinya selama bertahun-tahun., , Pada sisi yang lain, aku sebenarnya merasa bangga dengan kakek. Tak ada seorang pun dari desa itu yang mampu menyekolahkan anaknya ke Pulau Jawa, dan hanya kakek yang menikmati pendidikan di zaman penjajahan Belanda. Oleh sebab itu, ia kadang menemukan rasa suka yang terpancar dari binar matanya, jika ada turis yang nyasar, dan kakek dapat membongkar kembali bahasa penjajah yang telah usang itu dalam percakapan yang kadang sangat mengejutkan para turis itu sendiri., , Sudah dua hari aku berusaha membujuk kakek. Akan tetapi , aku belum menemukan titik terang .kalau kakek mau beranjak dari tanah dan kebunnya., , “Siapa yang menjaga kuburan nenekmu? Kau tentu dapat merasakan perasaan Kakek karena kau belum pernah punya istri yang mati .”, , Aku merasa tertempelak di muka, membuat aku kehilangan kata-kata., , “Kalian juga tak akan bisa mengerti perasaan Kakek karena kalian belum punya anak dan menantu yang mati. Siapa yang akan membersihkan kuburan ayah ibu kalian? Siapa yang menziarahinya?” suaranya jadi semakin sendu. “Kalau Kakek ikut kalian, siapa yang akan memelihara kuburan? Yang menjaga rumah ini? Ayah kalian lahir di sini, nenek kalian mati di sini. Kakek juga ingin mati di rumah ini!”, , . . ., , Hatiku mengatakan, benar jika kakek tetap mempertahankan tanah dan kebunnya. Ia memiliki tanah dan desa, dan jiwanya bersatu dengan lingkungan yang membesarkannya dan memeliharanya hingga tua. Alam kakek dan alam kami, para cucunya, sudah sangat berbeda, seakan dua kutub yang tak dapat dipertemukan. Mungkin seperti dua relyang selalu bersisian tetapi tak pernah bersinggungan. Dan saat motor , menjemputku membunyikan tuternya sebagai tanda memanggilku untuk pulang, aku berkata terus terang kepada kakek., , “Sebenarnya tanah dan kebun Kakek belum dijual, Kek. Kedua kakakku hanya membuat isu agar Kakek mau ikut kami di Jawa.”, , Mata kakek tiba-tiba berkilat., , “Belum dijual? Jadi, kalian berbohong? Kau pulanglah segera, Cu. Kakek tidak pernah mengajarkan ayah kalian untuk berbohong. Apa ayah kalian mengajarkan kalian menjadi pembohong?”, , “Tidak pernah, Kek.” aku merasa sangat sedih., , “Katakan kepada kedua kakakmu, Cu. Kakek tak akan pergi dari sini, kecuali Kakek mati! Jika pun mati, dan kalian tak punya waktu untuk melayat, ayah ibu Rentik akan menguburku berdampingan dengan kuburan istriku dan bersebelahan dengan anak-mantuku. Kakek tahu kalian sangat sibuk di kota. Katakan bahwa Kakek merasa sangat berbahagia! Karena Kakek bisa tetap tinggal di sini sampai mati.”, , Suaraku hampir tersekat di dalam tenggorokan. “Cu yang akan kembali kemari , Kek. Cu akan merawat rumah, tanah, dan kebun Kakek. Cu bisa merawat semuanya seperti Kakek merawatnya.”, , “Kau jangan berbohong, Cu.” suaranya juga tersekat di dalam, sambil tangannya merangkul kedua pundakku seperti dahulu dilakukannya saat aku datang bila vakansi. “Dokter jangan pernah berbohong!”, , Kurasa dadaku seperti diharu biru. Kulepas rangkulanku dengan rasa sedih yang makin tindih-menindih. Kugenggam tangan Rentik karena ia ikut pulang ke ibu kota kecamatan di puskesmas tempatnya bertugas. Saat , menderu ke arah hilir, aku merasa lebih sedih lagi. Mengapa aku begitu tega berbohong kepada kakek? Apakah mungkin seorang dokter hanya mengurus tanah dan pohon dan air danau? Menunggu sebuah rumah tua dan tiga nisan kuburan. Mungkin empat jika kakek sudah tiada? Hanya menanti kematian yang bakal tiba?, , Dikutip dari: , ,, Korrie Layun Rampan,

Temukan nilai-nilai moral yang terdapat pada kutipan cerpen tersebut – kalau kita melihat pertanyaan ini sering tidak menemukan jawaban dan cara penyelesaianya. kita sudah mencarinya kesana sini diinternet. Untuk menyelesaikan pertanyaan yang sulit tersebut, faq.co.id telah menyiapkan soal beserta caranya. Mulai dari kelas 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 juga tersedia secara gratis.

Temukan nilai-nilai moral yang terdapat pada kutipan cerpen tersebut
Temukan nilai-nilai moral yang terdapat pada kutipan cerpen tersebut

 

diharapkan dengan adanya jawaban soal ini dapat mempermudah kamu dalam belajar di rumah maupun disekolah saat diberikan tugas oleh bapak/ ibu guru. materi yang disediakan sangat lengkap mulai bahasa indonesia, matematika, ipa, ips, penjaskes, kimia, fisika, ekonomi, dan materi pelajaran lainya. oke teman teman jangan berlama lagi mari simak pertanyaan dan penjelasan lengkapnya dibawah ini ya.

Pertanyaan :

Bacalah kutipan cerpen berikut!

Wengkay

    Hatiku tersentak. Aku dapat merasakan perasaan kakek dan kebanggaannya, dan aku juga dapat merasakan makna perasaannya tentang desanya, tentang tanah dan kebunnya, tentang keterikatannya dengan dunia yang dihidupinya selama bertahun-tahun.space

    Pada sisi yang lain, aku sebenarnya merasa bangga dengan kakek. Tak ada seorang pun dari desa itu yang mampu menyekolahkan anaknya ke Pulau Jawa, dan hanya kakek yang menikmati pendidikan di zaman penjajahan Belanda. Oleh sebab itu, ia kadang menemukan rasa suka yang terpancar dari binar matanya, jika ada turis yang nyasar, dan kakek dapat membongkar kembali bahasa penjajah yang telah usang itu dalam percakapan yang kadang sangat mengejutkan para turis itu sendiri.space

    Sudah dua hari aku berusaha membujuk kakek. Akan tetapi , aku belum menemukan titik terang .kalau kakek mau beranjak dari tanah dan kebunnya.space

   “Siapa yang menjaga kuburan nenekmu? Kau tentu dapat merasakan perasaan Kakek karena kau belum pernah punya istri yang mati .”space

    Aku merasa tertempelak di muka, membuat aku kehilangan kata-kata.space

    “Kalian juga tak akan bisa mengerti perasaan Kakek karena kalian belum punya anak dan menantu yang mati. Siapa yang akan membersihkan kuburan ayah ibu kalian? Siapa yang menziarahinya?” suaranya jadi semakin sendu. “Kalau Kakek ikut kalian, siapa yang akan memelihara kuburan? Yang menjaga rumah ini? Ayah kalian lahir di sini, nenek kalian mati di sini. Kakek juga ingin mati di rumah ini!”space

    . . .space

    Hatiku mengatakan, benar jika kakek tetap mempertahankan tanah dan kebunnya. Ia memiliki tanah dan desa, dan jiwanya bersatu dengan lingkungan yang membesarkannya dan memeliharanya hingga tua. Alam kakek dan alam kami, para cucunya, sudah sangat berbeda, seakan dua kutub yang tak dapat dipertemukan. Mungkin seperti dua rel yang selalu bersisian tetapi tak pernah bersinggungan. Dan saat motor speed boat menjemputku membunyikan tuternya sebagai tanda memanggilku untuk pulang, aku berkata terus terang kepada kakek.space

    “Sebenarnya tanah dan kebun Kakek belum dijual, Kek. Kedua kakakku hanya membuat isu agar Kakek mau ikut kami di Jawa.”space

    Mata kakek tiba-tiba berkilat.space

   “Belum dijual? Jadi, kalian berbohong? Kau pulanglah segera, Cu. Kakek tidak pernah mengajarkan ayah kalian untuk berbohong. Apa ayah kalian mengajarkan kalian menjadi pembohong?”space

    “Tidak pernah, Kek.” aku merasa sangat sedih.space

    “Katakan kepada kedua kakakmu, Cu. Kakek tak akan pergi dari sini, kecuali Kakek mati! Jika pun mati, dan kalian tak punya waktu untuk melayat, ayah ibu Rentik akan menguburku berdampingan dengan kuburan istriku dan bersebelahan dengan anak-mantuku. Kakek tahu kalian sangat sibuk di kota. Katakan bahwa Kakek merasa sangat berbahagia! Karena Kakek bisa tetap tinggal di sini sampai mati.”space

    Suaraku hampir tersekat di dalam tenggorokan. “Cu yang akan kembali kemari , Kek. Cu akan merawat rumah, tanah, dan kebun Kakek. Cu bisa merawat semuanya seperti Kakek merawatnya.”space

    “Kau jangan berbohong, Cu.” suaranya juga tersekat di dalam, sambil tangannya merangkul kedua pundakku seperti dahulu dilakukannya saat aku datang bila vakansi. “Dokter jangan pernah berbohong!”space

    Kurasa dadaku seperti diharu biru. Kulepas rangkulanku dengan rasa sedih yang makin tindih-menindih. Kugenggam tangan Rentik karena ia ikut pulang ke ibu kota kecamatan di puskesmas tempatnya bertugas. Saat speed boat menderu ke arah hilir, aku merasa lebih sedih lagi. Mengapa aku begitu tega berbohong kepada kakek? Apakah mungkin seorang dokter hanya mengurus tanah dan pohon dan air danau? Menunggu sebuah rumah tua dan tiga nisan kuburan. Mungkin empat jika kakek sudah tiada? Hanya menanti kematian yang bakal tiba?space

Dikutip dari: Kumpulan Cerpen Tarian Gantar,
Korrie Layun Rampanspace

 

Temukan nilai-nilai moral yang terdapat pada kutipan cerpen tersebut!

 

 

Temukan nilai-nilai moral yang terdapat pada kutipan cerpen tersebut

Jawaban

berdasarkan penjelasan tersebut, maka nilai-nilai moral yang terdapat pada cerpen di atas adalah

 

BACA JUGA : , Bahwa pada penyusun EYD banyak bercermin ke dalam bahasa lnggris tampak dalam penulisan “sistim” yang diubah menjadi “sistem”. “Sistim” berasal dari bahasa Belanda (yang banyak memengaruhi bahasa Indonesia pada masa kita masih menjadi Hindia Belanda). Dalam bahasa Belanda, kata itu ditulis “system”. Mengapa diganti menjadi”sistem” yang berasal dari bahasa lnggris “system”?, Alasannya ialah menurut EYD, kata-kata asing harus dieja sesuai dengan ejaan bahasa lnggris. Hal itu menimbulkan masalah karena telah banyak kata-kata Belanda yang masuk ke dalam perbendaharaan kata bahasa Indonesia dan sudah dianggap pribumi, padahal kata tersebut terdapat juga dalam bahasa lnggris. Kata “sistim” termasuk salah satu di antaranya. Apakah kata-kata demikian harus dikembalikan dahulu ke dalam bahasa lnggris seakan-akan kita mengambilnya dari bahasa lnggris?, Akan tetapi, tidak semua kata yang berasal dari bahasa Belanda diinggriskan. Misalnya, kata “televisi”, “administrasi”, “kombinasi”, “polusi”, dan banyak lagi yang berasal dari bahasa Belanda, “televise, “administratie”, “combinatie”,”pollutie”, tidak diharuskan ditulis “televisyen”, administresyen”, “polusyen”, dan lain-lain. Hal itu menunjukkan bahwa EYD tidak konsisten.,

 

BACA JUGA : Domain fungsi, adalah …

 

BACA JUGA :Nyatakan bentuk pangkat berikut ke dalam bentuk logaritma!, d.,

 

Penjelasan

Cerpen atau cerita pendek merupakan salah satu jenis karya sastra berbentuk prosa fiksi berupa tulisan yang dibuat secara singkat. Cerpen dibangun oleh dua unsur penting, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik merupakan unsur pembangun yang berasal dari dalam cerita, sedangkan unsur ekstrinsik merupakan unsur pembangun cerpen yang berasal dari luar cerita. Salah satu unsur ekstrinsik adalah nilai-nilai yang terkandung dalam cerpen.space

Nilai merupakan sesuatu yang penting, berguna, serta bermanfaat bagi manusia. Dengan demikian, nilai-nilai dalam cerpen adalah sesuatu yang bermanfaat dalam sebuah cerpen yang dapat direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari.space

Salah satu nilai yang terkandung dalam cerpen adalah nilai moral. Nilai moral merupakan nilai yang menyangkut baik buruk seseorang yang diterima secara umum dan berpangkal pada nilai-nilai kemanusiaan.space

Dengan demikian, berdasarkan penjelasan tersebut, maka nilai-nilai moral yang terdapat pada cerpen di atas adalah

  1. Rasa bangga terhadap salah satu anggota keluarga, ditemukan pada kutipan “aku sebenarnya merasa bangga dengan kakek. Tak ada seorang pun dari desa itu yang mampu menyekolahkan anaknya ke Pulau Jawa, dan hanya kakek yang menikmati pendidikan di zaman penjajahan Belanda.space
  2. Perasaan yang amat mendalam terhadap anggota keluarga yang sudah tiada, ditemukan pada kutipan “Kalian juga tak akan bisa mengerti perasaan Kakek karena kalian belum punya anak dan menantu yang mati. Siapa yang akan membersihkan kuburan ayah ibu kalian? Siapa yang menziarahinya?space
  3. Jangan melakukan kebohongan agar anggota keluarga menuruti suatu keinginan karena itu merupakan hal yang tidak baik, ditemukan pada kutipan “Sebenarnya tanah kebun Kakek belum dijual, Kek. Kedua kakakku hanya membuat isu agar Kakek mau ikut kami di Jawa.” dan “Belum dijual? Jadi, kalian berbohong? Kau pulanglah segera, Cu. Kakek tidak pernah mengajarkan ayah kalian untuk berbohong. Apa ayah kalian mengajarkan kalian menjadi pembohong?space

itulah kunci jawaban buku paket dan rangkuman mengenai pertanyaan dan pembahasan soal bahasa indonesia. semoga bermanfaat untuk adik dan teman teman semua. nantikan jawaban yang berkualitas lainya hanya di situs faq.co.id ini. Terimakasih semoga dapat nilai yang bagus dan dapat juara kelas ya.

Penutup

Orangtua dapat mengoreksi kembali jawaban diatas. kunci jawaban ini sebagai bahan referensi dan panduan belajar siswa di rumah. untuk itu siswa dapat memeriksanya kembali apabila ada kesalahan atau penulisan isi jawaban.

Tinggalkan komentar