Sepasang tangan lelaki tua itu berkacak pinggang. Tangan tersebut berwarna kelam, serupa malam yang akan segera datang menggantikan petang. Sulur-sulur pembuluh darah tampak menonjol di balik kulitnya yang penuh kerut, bukti kerja keras yang masih ia lakoni hingga usia hampir tujuh dekade kini., Baru saja ia selesai menggali lubang-lubang kecil dan menjatuhkan butir-butir biji kacang panjang ke dalamnya. Butuh usaha yang sedikit ekstra karena tanah begitu kering dan keras ketika digali. Sudah cukup lama hujan tidak turun, namun bagaimanapun, mereka tak bisa berhenti menanam., Itulah yang ia lakukan bersama istrinya selama puluhan tahun; mengolah tanah dengan bermandi peluh dan berhujan air mata. Menghidupi anak-anak mereka dengan bertani–profesi tanpa pilihan yang diwariskan para pendahulu mereka. Yah, apalah yang bisa dilakukan orang-orang kampung yang bahkan tak mencicipi bangku pendidikan setidaknya hingga sekolah menengah pertama itu., Beragam jenis tanaman telah melewati proses tumbuh-rawat-panen di tangan mereka. Kadang, upaya itu memberi hasil yang cukup memuaskan, tetapi tak jarang juga berakhir buruk dan menyebabkan kerugian-yah. roda kehidupan berputar., Pokok-pokok peristiwa dalam teks tersebut:

kalau kita melihat pertanyaan ini sering tidak menemukan jawaban dan cara penyelesaianya. kita sudah mencarinya kesana sini diinternet. Untuk menyelesaikan pertanyaan yang sulit tersebut, faq.co.id telah menyiapkan soal beserta caranya. Mulai dari kelas 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 juga tersedia secara gratis.

diharapkan dengan adanya jawaban soal ini dapat mempermudah kamu dalam belajar di rumah maupun disekolah saat diberikan tugas oleh bapak/ ibu guru. materi yang disediakan sangat lengkap mulai matematika, ipa, ips, penjaskes, kimia, fisika, ekonomi, dan materi pelajaran lainya. oke teman teman jangan berlama lagi mari simak pertanyaan dan penjelasan lengkapnya dibawah ini ya.

PERTANYAAN :


Cermati kutipan cerita berikut! 

    Sepasang tangan lelaki tua itu berkacak pinggang. Tangan tersebut berwarna kelam, serupa malam yang akan segera datang menggantikan petang. Sulur-sulur pembuluh darah tampak menonjol di balik kulitnya yang penuh kerut, bukti kerja keras yang masih ia lakoni hingga usia hampir tujuh dekade kini.

    Baru saja ia selesai menggali lubang-lubang kecil dan menjatuhkan butir-butir biji kacang panjang ke dalamnya. Butuh usaha yang sedikit ekstra karena tanah begitu kering dan keras ketika digali. Sudah cukup lama hujan tidak turun, namun bagaimanapun, mereka tak bisa berhenti menanam.

Baca Juga :  "Maa tarifu an fiil mabni lilmalum wa fiil mabni lil majhul"

    Itulah yang ia lakukan bersama istrinya selama puluhan tahun; mengolah tanah dengan bermandi peluh dan berhujan air mata. Menghidupi anak-anak mereka dengan bertani–profesi tanpa pilihan yang diwariskan para pendahulu mereka. Yah, apalah yang bisa dilakukan orang-orang kampung yang bahkan tak mencicipi bangku pendidikan setidaknya hingga sekolah menengah pertama itu.

    Beragam jenis tanaman telah melewati proses tumbuh-rawat-panen di tangan mereka. Kadang, upaya itu memberi hasil yang cukup memuaskan, tetapi tak jarang juga berakhir buruk dan menyebabkan kerugian-yah. roda kehidupan berputar. 

(Sumber. Republika.co.id)

Pokok-pokok peristiwa dalam teks tersebut:

  1. Dia menggali lubang-lubang untuk menanam benih.
  2. Ada lelaki tua berusia 70-an berkacak pinggang.
  3. Kadang berhasil memuaskan, kadang tidak berhasil.
  4. Telah banyak bermacam benih mereka tanam di lahan.
  5. Dia bersama istrinya telah lama menggarap lahan tersebut.space 

Urutan pokok-pokok peristiwa yang tepat sesuai dengan isi teks tersebut adalah ….space 

Jawaban

jawaban yang tepat adalah pilihan C.space 


Baca Juga :  Manfaat pertambangan di Indonesia itu apa:?

Cerpen adalah cerita yang wujud fisiknya berbentuk pendek yang didalamnya terdapat pokok cerita. Pokok cerita adalah inti dari cerita yang terdapat dalam sebuah cerita.

Cara menentukan pokok cerita:

  1. membaca seluruh paragraf
  2. kenali kalimat utama dan kalimat penjelas
  3. tandai informasi/hal penting pada teks

Urutan pokok-pokok peristiwa yang tepat sesuai dengan isi teks tersebut adalah:

  1. Ada lelaki tua berusia 70-an berkacak pinggang, yang ditunjukan pada kalimat “Sepasang tangan lelaki tua itu berkacak pinggang”.
  2. Dia menggali lubang-lubang untuk menanam benih, yang ditunjukan pada kalimat “Baru saja ia selesai menggali lubang-lubang kecil dan menjatuhkan butir-butir biji kacang panjang ke dalamnya”.
  3. Dia bersama istrinya telah lama menggarap lahan tersebut, yang ditunjukan pada kalimat “Itulah yang ia lakukan bersama istrinya selama puluhan tahun”.
  4. Telah banyak bermacam benih mereka tanam di lahan, yang ditunjukan pada kalimat “Beragam jenis tanaman telah melewati proses tumbuh-rawat-panen di tangan mereka”.
  5. Kadang berhasil memuaskan, kadang tidak berhasil, yang ditunjukan pada kalimat “Kadang, upaya itu memberi hasil yang cukup memuaskan, tetapi tak jarang juga berakhir buruk dan menyebabkan kerugian-yah”.
Baca Juga :  , Banjir adalah fenomena alam yang bersumber dari curah hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama pada daerah aliran sungai (DAS). Banjir terjadi karena sebab alam dan tindakan manusia. Penyebab alami banjir adalah erosi dan sedimentasi, curah hujan, pengaruh fisiografi/geofisik sungai, kapasitas sungai, drainase lahan, dan pengaruh air pasang. Penyebab banjir karena tindakan manusia adalah perubahan tata guna lahan, pembuangan sampah, kawasan padat penduduk di sepanjang sungai, dan kerusakan bangunan pengendali banjir., Sebagai akibat perubahan tata guna lahan, terjadi erosi sehingga sedimentasi masuk ke sungai dan daya tampung sungai menjadi berkurang. Hujan yang jatuh ke tanah airnya akan menjadi aliran permukaan (run-off) di atas tanah dan sebagian meresap ke dalam tanah, yang tentunya bergantung pada kondisi tanahnya. Ketika suatu kawasan hutan diubah menjadi permukiman, hutan yang bisa menahan aliran permukaan cukup besar diganti menjadi permukiman dengan resistensi aliran permukaan kecil. Akibatnya ada aliran permukaan tanah menuju sungai dan hal ini berakibat adanya peningkatan debit aliran sungai yang besar. Apabila kondisi tanahnya relatif tetap, air yang meresap ke dalam tanah akan relatif tetap. Faktor penutup lahan vegetasi cukup signifikan dalam pengurangan atau peningkatanaliran permukaan. Hutan yang lebat mempunyai tingkat penutup lahan yang tinggi sehingga apabila hujan turun ke wilayah hutan tersebut, faktor penutup lahan ini akan memperlambat kecepatan aliran permukaan., Curah hujan yang sangat lebat mempunyai tetes hujan besar. Karena tetes hujan berukuran besar, pori-pori permukaan tanah akan tertutup sehingga infiltrasi air hujan sangat kecil. Sebaliknya, limpasan air hujan menjadi sangat besar., Fisiografi atau geografi fisik sungai seperti bentuk, fungsi, dan kemiringan daerah aliran sungai (DAS), kemiringan sungai, geometrik hidrolik (bentuk penampang), dan lokasi sungai merupakan penyebab banjir dari segi fisiografi., Pengurangan kapasitas aliran banjir pada sungai disebabkan oleh pengendapan yang berasal dari erosi DAS dan erosi tanggul sungai yang berlebihan dan sedimentasi di sungai itu karena tidak adanya vegetasi penutup dan adanya penggunaan lahan yang tidak tepat., Akibat adanya peningkatan jumlah penduduk, kebutuhan infrastruktur, terutama permukiman akan meningkat, sehingga mengubah sifat dan karakteristik tata guna lahan. Kecenderungan kapasitas saluran drainase menurun sehingga menyebabkan aliran permukaan meningkat. Drainase perkotaan dan pengembangan pertanian pada daerah banjir akan mengurangi kemampuan bantaran dalam menampung debit air yang tinggi., Air pasang memperlambat aliran sungai ke laut. Pada waktu terjadi banjir bersamaan dengan air pasang tinggi, tinggi genangan air atau banjir menjadi besar karena terjadi aliran balik., Kekeringan merupakan fenomena hidrologi yang paling kompleks, perwujudan dan penambahan isu-isu berkaitan dengan iklim, tata guna lahan, dan norma pemakaian air. Kompleksitas bertambah karena diketahui kekeringan merupakan bencana dengan prosesnya berjalan lambat sehingga dikatakan sebagai bencana merangkak. Kekeringan datang tidak tiba-tiba seperti banjir atau gempa bumi, tetapi timbul perlahan-lahan sehingga sangat mudah diabaikan. Tidak bisa diketahui secara pasti awal dan kapan bencana ini berakhir, tetapi semua baru sadar setelah berada di periode tengahnya., Kekeringan diklasifikasikan menjadi dua: kekeringan alamiah dan kekeringan antropogenik. Kekeringan alamiah terjadi akibat tingkat curah hujan di bawah normal dalam satu musim, kekurangan pasokan air permukaan dan air tanah, kekurangan kandungan air di dalam tanah sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan tanaman tertentu pada periode waktu tertentu pada wilayah yang luas, pasokan komoditi ekonomi kurang dari kebutuhan normal. Kekeringan antropogenik adalah kekeringan yang disebabkan oleh ketidakpatuhan pada aturan. Kekeringan antropogenik terjadi karena kebutuhan air lebih besar dari pasokan yang direncanakan akibat ketidak-patuhan pengguna terhadap pola tanam/pola penggunaan air dan kerusakan kawasan tangkapan air, sumber air akibat perbuatan manusia., Kekeringan di Indonesia sangat berkaitan dengan fenomena ENSO (El-Nino Southern Oscilation). El-Nino adalah kondisi abnormal iklim yang mengakibatkan kemarau panjang. Pengaruh El-Nino lebih kuat pada musim kemarau dibandingkan pada musim hujan. Pengaruh El-Nino pada keragaman hujan memiliki beberapa pola, yakni akhir musim kemarau mundur dari normal; awal masuk musim hujan mundur dari normal; curah hujan musim kemarau turun tajam jika dibandingkan dengan normal; deret hari kering makin panjang, khususnya di daerah Indonesia bagian timur., Semakin meningkatnya jumlah luas lahan pertanian yang diubah menjadi permukiman dapat mengakibatkan semakin menurunnya jumlah air resapan. Hal ini mengakibatkan aliran permukaan meningkat. Peningkatan ini menyebabkan air yang seharusnya tertampung di dalam tanah menjadi terbawa aliran permukaan sehingga terjadi kekurangan pasokan air permukaan dan air tanah., Penggunaan air yang berlebihan pada waktu musim tanam di lahan pertanian pada industri dan pada rumah tangga menyebabkan menurunnya jumlah air pada waktu musim kemarau.,

Jadi, urutan pokok-pokok peristiwa yang tepat sesuai dengan isi teks tersebut adalah (2), (1), (5), (4), (3).

Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah pilihan C.space 


itulah kunci jawaban dan rangkuman mengenai pertanyaan dan pembahasan soal nya. semoga bermanfaat untuk adik dan teman teman semua. nantikan jawaban yang berkualitas lainya hanya di situs faq.co.id ini. Terimakasih semoga dapat nilai yang bagus dan dapat juara kelas ya.

DISCLAIMER

Orangtua dapat mengoreksi kembali jawaban diatas. kunci jawaban ini sebagai bahan referensi dan panduan belajar siswa di rumah. untuk itu siswa dapat memeriksanya kembali apabila ada kesalahan atau penulisan isi jawaban.

Tinggalkan komentar

Faq App

Aplikasi ringan dan simple untuk mencari kunci jawaban pertanyaan yang beredar diinternet. mulai kunci jawaban tingkat sd smp dan sma sederajat. dilengkap dengan pembahasan lengkap dan terbaru. 99% isian jawaban akurat dan mudah dimengerti.

Services

Tentang

Kerjasama

Kebijakan Privasi

Hubungi Kami

faqcoid@gmail.com

Jakarta, Indonesia.