Ontowiryo memang belum pernah melihat BeIanda datang ke rumah neneknya. Tempat tinggal sang nenek jauh dari keraton, pusat kebudayaan, pusat kekuasaan. Ratu Ageng memilih tinggal di luar keraton karena alasan-alasan yang saling bertautan lahir dan batin. Dan, arkian di tempat seperti itulah Ontowiryo diasuh untuk menjadi cerdik dan cendekia serta menjadi satria dan jatmika., ” Di usianya yang sekarang, Ontowiryo dituntun untuk memahami Quran, menguasai bacaan-bacaan kebudayaan Jawa, primbon,dan suluk, serta kitab-kitab kawruh, tapi sekaligus dilatih untuk mahir lempar lembing, menganggar keris, dan berpacu dengan kuda. Di mata Ratu Ageng, semua kepandaian itu berurusan dengan kewiraan, dan menjadi sisik-meliknya kepemimpinan ketika kelak Ontowiryo menjadi hulubalang yang mengomando perang melawan Belanda.”,

kalau kita melihat pertanyaan ini sering tidak menemukan jawaban dan cara penyelesaianya. kita sudah mencarinya kesana sini diinternet. Untuk menyelesaikan pertanyaan yang sulit tersebut, faq.co.id telah menyiapkan soal beserta caranya. Mulai dari kelas 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 juga tersedia secara gratis.

diharapkan dengan adanya jawaban soal ini dapat mempermudah kamu dalam belajar di rumah maupun disekolah saat diberikan tugas oleh bapak/ ibu guru. materi yang disediakan sangat lengkap mulai matematika, ipa, ips, penjaskes, kimia, fisika, ekonomi, dan materi pelajaran lainya. oke teman teman jangan berlama lagi mari simak pertanyaan dan penjelasan lengkapnya dibawah ini ya.

PERTANYAAN :


Bacalah kutipan berikut ini untuk menjawab soal nomor 16-19!

    Ontowiryo memang belum pernah melihat BeIanda datang ke rumah neneknya. Tempat tinggal sang nenek jauh dari keraton, pusat kebudayaan, pusat kekuasaan. Ratu Ageng memilih tinggal di luar keraton karena alasan-alasan yang saling bertautan lahir dan batin. Dan, arkian di tempat seperti itulah Ontowiryo diasuh untuk menjadi cerdik dan cendekia serta menjadi satria dan jatmika.

    Di usianya yang sekarang, Ontowiryo dituntun untuk memahami Qur\an, menguasai bacaan-bacaan kebudayaan Jawa, primbon, dan suluk, serta kitab-kitab kawruh, tapi sekaligus dilatih untuk mahir lempar lembing, menganggar keris, dan berpacu dengan kuda. Di mata Ratu Ageng, semua kepandaian itu berurusan dengan kewiraan, dan menjadi sisik-meliknya kepemimpinan ketika kelak Ontowiryo menjadi hulubalang yang mengomando perang melawan Belanda.space 

Baca Juga :  Tuliskan nama senyawa AgCl!,

Novel Pangeran Diponegoro: Menggagas Ratu Adil, Remy Sylado

Dilihat dari strukturnya, kutipan novel sejarah tersebut termasuk ke dalam ….space 

Jawaban

jawaban yang tepat ialah pilihan A.space 


Pembahasan

Novel sejarah merupakan sebuah novel yang ditulis dengan mengambil sumber-sumber yang memiliki nilai-nilai sejarah atau fakta-fakta sosial yang terjadi dalam masyarakat. Nilai-nilai sejarah itu biasanya diangkat melalui penokohan, tempat, dan kejadian.

Tahapan alur dibedakan menjadi lima tahapan, yaitu:

  1. Perkenalan (orientasi)
    Pada tahap ini pengarang mulai melukiskan suatu keadaan atau situasi. Selain itu, penulis berusaha memperkenalkan tokoh, menata adegan, dan hubungan antartokoh.
  2. Pengungkapan peristiwa
    Setelah bagian orientasi selesai, sebuah novel akan melangkah pada peristiwa awal. Pada bagian ini, biasanya tokoh akan menemui berbagai permasalahan, pertentangan, ataupun hal-hal yang akan menyulitkannya.
  3. Menuju konflik (Rising Action)
    Pada tahapan ini, terjadi peningkatan perhatian kegembiraan, kehebohan, ataupun keterlibatan berbagai situasi yang menyebabkan bertambahnya kesukaran tokoh.
  4. Puncak konflik (Komplikasi)
    Pada bagian ini, berbagai konflik yang dialami tokoh mencapai puncak ketegangan. Dalam tahapan ini, tokoh mengatami perubahan nasib. 
  5. Penyelesaian (Resolusi)
    Bagian ini berisi penjelasan atau penilaian tentang sikap atau nasib tokoh setelah mengalami peristiwa puncak. lnilah bagian yang sering disebut kondisi atau nasib akhir yang dialami tokoh.
Baca Juga :  Sebuah benda massa 200kg bergerak dengan kecepatan 4m/s berapa besar energi kinetik

Para kutipan novel tersebut, paragraf pertama menunjukkan pengenalan latar tempat tinggal Ontowiryo dan neneknya. Hal itu terlihat pada kutipan berikut:

  1. Tempat tinggal sang nenek jauh dari keraton, pusat kebudayaan, pusat kekuasaan.
  2. Dan, arkian di tempat seperti itulah Ontowiryo diasuh untuk menjadi cerdik dan cendekia serta menjadi satria dan jatmika.

Paragraf kedua menunjukkan pengenalan latar sosial masyarakat tempat tinggal Ontowiryo. Hal itu terlihat pada kutipan berikut:

  1. Di usianya yang sekarang, Ontowiryo dituntun untuk memahami Qur\an, menguasai bacaan-bacaan kebudayaan Jawa, primbon, dan suluk, serta kitab-kitab kawruh, tapi sekaligus dilatih untuk mahir lempar lembing, menganggar keris, dan berpacu dengan kuda.
Baca Juga :  Sebutkan dan jelaskan teknik dalam menggambar bentuk?/

Oleh karena itu, kutipan novel sejarah tersebut termasuk ke dalam struktur pengenalan.

Dengan demikian, jawaban yang tepat ialah pilihan A.space 


itulah kunci jawaban dan rangkuman mengenai pertanyaan dan pembahasan soal nya. semoga bermanfaat untuk adik dan teman teman semua. nantikan jawaban yang berkualitas lainya hanya di situs faq.co.id ini. Terimakasih semoga dapat nilai yang bagus dan dapat juara kelas ya.

DISCLAIMER

Orangtua dapat mengoreksi kembali jawaban diatas. kunci jawaban ini sebagai bahan referensi dan panduan belajar siswa di rumah. untuk itu siswa dapat memeriksanya kembali apabila ada kesalahan atau penulisan isi jawaban.

Tinggalkan komentar

Faq App

Aplikasi ringan dan simple untuk mencari kunci jawaban pertanyaan yang beredar diinternet. mulai kunci jawaban tingkat sd smp dan sma sederajat. dilengkap dengan pembahasan lengkap dan terbaru. 99% isian jawaban akurat dan mudah dimengerti.

Services

Tentang

Kerjasama

Kebijakan Privasi

Hubungi Kami

faqcoid@gmail.com

Jakarta, Indonesia.