Ada yang tau hal-hal menarik dari tokoh timun mas, Mbok Sarni, Petapa dan Raksasa dari cerita ini? :), Di suatu desa di-Jawa Tengah hiduplah seorang janda tua yang bernama mbok, Sarni. Tiap hari dia menghabiskan waktunya sendirian, karena mbok Sarni tidak, memiliki seorang anak. Sebenarnya dia ingin sekali mempunyai anak, agar bisa, membantunya bekerja., Pada suatu sore pergilah mbok Sarni ke hutan untuk mencari kayu, dan ditengah, jalan mbok Sarni bertemu dengan raksasa yang sangat besar sekali. 201cHei, ma, kemana kamu?201d, tanya si Raksasa. 201cAku hanya mau mengumpulkan kayu bakar, jadi ijinkanlah, aku lewat201d, jawab mbok Sarni. 201cHahahaha…. kamu boleh lewat setelah kam, memberiku seorang anak manusia untuk aku santap201d, kata si Raksasa. Lalu mbok, Sarni menjawab, 201cTetapi aku tidak mempunyai anak201d., Setelah mbok Sarni mengatakan bahwa dia tidak punya anak dan ingin sekali punya, anak, maka si Raksasa memberinya biji mentimun. Raksasa itu berkata, 201cWahai, wanita tua, ini aku berikan kamu biji mentimun. Tanamlah biji ini di halaman, rumahmu, dan setelah dua minggu kamu akan mendapatkan seorang anak. Tetapi, ingat, serahkan anak itu padaku setelah usianya enam tahun201d., Setelah dua minggu, mentimun itu nampak berbuah sangat lebat dan ada salah sat, mentimun yang cukup besar. Mbok Sarni kemudian mengambilnya, dan setelah, dibelah ternyata isinya adalah seorang bayi yang sangat cantik jelita. Bayi it, kemudian diberi nama timun emas., Semakin hari timun emas semakin tumbuh besar, dan mbok Sarni sangat gembira, sekali karena rumahnya tidak sepi lagi. Semua pekerjaannya bisa selesai dengan, cepat karena bantuan timun emas., Akhirnya pada suatu hari datanglah si Raksasa untuk menagih janji. Mbok Sarni, sangat ketakutan, dan tidak mau kehilangan timun emas. Kemudian mbok Sarni, berkata, 201cWahai raksasa, datanglah kesini dua tahun lagi. Semakin dewasa anak, ini, maka semakin enak untuk di santap201d. Si Raksasa pun setuju dan meninggalkan, rumah mbok Sarni., Waktu dua tahun bukanlah waktu yang lama, karena itu tiap hari mbok Sarni, mencari akal bagaimana caranya supaya anaknya tidak dibawa si Raksasa. Hati, mbok Sarni sangat cemas sekali, dan akhirnya pada suatu malam mbok Sarni, bermimpi. Dalam mimpinya itu, ia diberitahu agar timun emas menemui petapa di, Gunung., Pagi harinya mbok Sarni menyuruh timun emas untuk segera menemui petapa itu., Setelah bertemu dengan petapa, timun emas kemudian bercerita tentang maksud, kedatangannya. Sang petapa kemudian memberinya empat buah bungkusan kecil yang, isinya biji mentimun, jarum, garam, dan terasi. 201cLemparkan satu per sat, bungkusan ini, kalau kamu dikejar oleh raksasa itu201d, perintah petapa. Kemudian, timun meas pulang ke rumah, dan langsung menyimpan bungkusan dari sang petapa., Paginya raksasa datang lagi untuk menagih janji. 201cWahai wanita tua, mana anak, itu? Aku sudah tidak tahan untuk menyantapnya201d, teriak si Raksasa. Kemudian, mbok Sarni menjawab, 201cJanganlah kau ambil anakku ini wahai raksasa, karena ak, sangat sayang padanya. Lebih baik aku saja yang kamu santap201d. Raksasa tidak ma, menerima tawaran dari mbok Sarni itu, dan akhirnya marah besar. 201cMana anak itu?, Mana timun emas?201d, teriak si raksasa., , Karena tidak tega melihat mbok Sarni menangis terus, maka timun emas keluar, dari tempat sembunyinya. 201cAku di sini raksasa, tangkaplah aku jika ka, bisa!!!201d, teriak timun emas., Raksasapun mengejarnya, dan timun emas mulai melemparkan kantong yang berisi, mentimun. Sungguh ajaib, hutan menjadi ladang mentimun yang lebat buahnya., Raksasapun menjadi terhambat, karena batang timun tersebut terus melilit, tubuhnya. Tetapi akhirnya si raksasa berhasil bebas juga, dan mulai mngejar, timun emas lagi. Lalu timun emas menaburkan kantong kedua yang berisi jarum,, dalam sekejap tumbuhlan pohon-pohon bambu yang sangat tinggi dan tajam. Dengan, kaki yang berdarah-darah karena tertancap bambu tersebut si raksasa terus, mengejar. , Kemudian timun emas membuka bingkisan ketiga yang berisi garam. Seketika it, hutanpun menjadi lautan luas. Tetapi lautan itu dengan mudah dilalui si, raksasa. Yang terakhir Timun Emas akhirnya menaburkan terasi, seketika itu terbentuklah, lautan lumpur yang mendidih, dan si raksasa tercebur di dalamnya. Akhirnya, raksasapun mati., Timun Emas mengucap syukur kepada Tuhan YME, karena sudah diselamatkan dari, raksasa yang kejam. Akhirnya Timun Emas dan Mbok Sarni hidup bahagia dan damai.


Ada yang tau hal-hal menarik dari tokoh timun mas, Mbok Sarni, Petapa dan Raksasa dari cerita ini? 🙂


Di suatu desa di-Jawa Tengah hiduplah seorang janda tua yang bernama mbok
Sarni. Tiap hari dia menghabiskan waktunya sendirian, karena mbok Sarni tidak
memiliki seorang anak. Sebenarnya dia ingin sekali mempunyai anak, agar bisa
membantunya bekerja.

Pada suatu sore pergilah mbok Sarni ke hutan untuk mencari kayu, dan ditengah
jalan mbok Sarni bertemu dengan raksasa yang sangat besar sekali. “Hei, mau
kemana kamu?”, tanya si Raksasa. “Aku hanya mau mengumpulkan kayu bakar, jadi ijinkanlah
aku lewat”, jawab mbok Sarni. “Hahahaha…. kamu boleh lewat setelah kamu
memberiku seorang anak manusia untuk aku santap”, kata si Raksasa. Lalu mbok
Sarni menjawab, “Tetapi aku tidak mempunyai anak”.

Setelah mbok Sarni mengatakan bahwa dia tidak punya anak dan ingin sekali punya
anak, maka si Raksasa memberinya biji mentimun. Raksasa itu berkata, “Wahai
wanita tua, ini aku berikan kamu biji mentimun. Tanamlah biji ini di halaman
rumahmu, dan setelah dua minggu kamu akan mendapatkan seorang anak. Tetapi
ingat, serahkan anak itu padaku setelah usianya enam tahun”.

Setelah dua minggu, mentimun itu nampak berbuah sangat lebat dan ada salah satu
mentimun yang cukup besar. Mbok Sarni kemudian mengambilnya, dan setelah
dibelah ternyata isinya adalah seorang bayi yang sangat cantik jelita. Bayi itu
kemudian diberi nama timun emas.

Semakin hari timun emas semakin tumbuh besar, dan mbok Sarni sangat gembira
sekali karena rumahnya tidak sepi lagi. Semua pekerjaannya bisa selesai dengan
cepat karena bantuan timun emas.

Akhirnya pada suatu hari datanglah si Raksasa untuk menagih janji. Mbok Sarni
sangat ketakutan, dan tidak mau kehilangan timun emas. Kemudian mbok Sarni
berkata, “Wahai raksasa, datanglah kesini dua tahun lagi. Semakin dewasa anak
ini, maka semakin enak untuk di santap”. Si Raksasa pun setuju dan meninggalkan
rumah mbok Sarni.

Waktu dua tahun bukanlah waktu yang lama, karena itu tiap hari mbok Sarni
mencari akal bagaimana caranya supaya anaknya tidak dibawa si Raksasa. Hati
mbok Sarni sangat cemas sekali, dan akhirnya pada suatu malam mbok Sarni
bermimpi. Dalam mimpinya itu, ia diberitahu agar timun emas menemui petapa di
Gunung.

Pagi harinya mbok Sarni menyuruh timun emas untuk segera menemui petapa itu.
Setelah bertemu dengan petapa, timun emas kemudian bercerita tentang maksud
kedatangannya. Sang petapa kemudian memberinya empat buah bungkusan kecil yang
isinya biji mentimun, jarum, garam, dan terasi. “Lemparkan satu per satu
bungkusan ini, kalau kamu dikejar oleh raksasa itu”, perintah petapa. Kemudian
timun meas pulang ke rumah, dan langsung menyimpan bungkusan dari sang petapa.

Baca Juga :  Diketahui vektor, dan, . Tentukan:, a.

Paginya raksasa datang lagi untuk menagih janji. “Wahai wanita tua, mana anak
itu? Aku sudah tidak tahan untuk menyantapnya”, teriak si Raksasa. Kemudian
mbok Sarni menjawab, “Janganlah kau ambil anakku ini wahai raksasa, karena aku
sangat sayang padanya. Lebih baik aku saja yang kamu santap”. Raksasa tidak mau
menerima tawaran dari mbok Sarni itu, dan akhirnya marah besar. “Mana anak itu?
Mana timun emas?”, teriak si raksasa.

 

Karena tidak tega melihat mbok Sarni menangis terus, maka timun emas keluar
dari tempat sembunyinya. “Aku di sini raksasa, tangkaplah aku jika kau
bisa!!!”, teriak timun emas.

Raksasapun mengejarnya, dan timun emas mulai melemparkan kantong yang berisi
mentimun. Sungguh ajaib, hutan menjadi ladang mentimun yang lebat buahnya.
Raksasapun menjadi terhambat, karena batang timun tersebut terus melilit
tubuhnya. Tetapi akhirnya si raksasa berhasil bebas juga, dan mulai mngejar
timun emas lagi. Lalu timun emas menaburkan kantong kedua yang berisi jarum,
dalam sekejap tumbuhlan pohon-pohon bambu yang sangat tinggi dan tajam. Dengan
kaki yang berdarah-darah karena tertancap bambu tersebut si raksasa terus
mengejar.

Kemudian timun emas membuka bingkisan ketiga yang berisi garam. Seketika itu
hutanpun menjadi lautan luas. Tetapi lautan itu dengan mudah dilalui si
raksasa. Yang terakhir Timun Emas akhirnya menaburkan terasi, seketika itu terbentuklah
lautan lumpur yang mendidih, dan si raksasa tercebur di dalamnya. Akhirnya
raksasapun mati.

Timun Emas mengucap syukur kepada Tuhan YME, karena sudah diselamatkan dari
raksasa yang kejam. Akhirnya Timun Emas dan Mbok Sarni hidup bahagia dan damai.

– kalau kita melihat pertanyaan ini sering tidak menemukan jawaban dan cara penyelesaianya. kita sudah mencarinya kesana sini diinternet. Untuk menyelesaikan pertanyaan yang sulit tersebut, faq.co.id telah menyiapkan soal beserta caranya. Mulai dari kelas 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 juga tersedia secara gratis.

diharapkan dengan adanya jawaban soal ini dapat mempermudah kamu dalam belajar di rumah maupun disekolah saat diberikan tugas. oke teman teman jangan berlama lagi mari simak penjelasan lengkapnya dibawah ini ya.

Baca Juga :  5th March 1958, Dear Marry,, I hope this letter has reached you well.I hope that you are at your best and doing well. I am okay and also the family is doing well with a few problems here. I have missed you and I thought why not write to you, it has been very long since the last time we spoke., While you have been away, a lot has changed and I just wish you were still leaving next to us so that I share all this with you. Now we have a new mall built near us. We could have been going shopping together or having that lunch together. Also a skating ground was built. My dear I wish you were here so that we could enjoy this together., Anyway the rest you will come find out when you come to visit. I can wait for you to come. Stay in touch my dear and please reply., Love, Winy Angaya


Ada yang tau hal-hal menarik dari tokoh timun mas, Mbok Sarni, Petapa dan Raksasa dari cerita ini? 🙂


Di suatu desa di-Jawa Tengah hiduplah seorang janda tua yang bernama mbok
Sarni. Tiap hari dia menghabiskan waktunya sendirian, karena mbok Sarni tidak
memiliki seorang anak. Sebenarnya dia ingin sekali mempunyai anak, agar bisa
membantunya bekerja.

Pada suatu sore pergilah mbok Sarni ke hutan untuk mencari kayu, dan ditengah
jalan mbok Sarni bertemu dengan raksasa yang sangat besar sekali. “Hei, mau
kemana kamu?”, tanya si Raksasa. “Aku hanya mau mengumpulkan kayu bakar, jadi ijinkanlah
aku lewat”, jawab mbok Sarni. “Hahahaha…. kamu boleh lewat setelah kamu
memberiku seorang anak manusia untuk aku santap”, kata si Raksasa. Lalu mbok
Sarni menjawab, “Tetapi aku tidak mempunyai anak”.

Setelah mbok Sarni mengatakan bahwa dia tidak punya anak dan ingin sekali punya
anak, maka si Raksasa memberinya biji mentimun. Raksasa itu berkata, “Wahai
wanita tua, ini aku berikan kamu biji mentimun. Tanamlah biji ini di halaman
rumahmu, dan setelah dua minggu kamu akan mendapatkan seorang anak. Tetapi
ingat, serahkan anak itu padaku setelah usianya enam tahun”.

Setelah dua minggu, mentimun itu nampak berbuah sangat lebat dan ada salah satu
mentimun yang cukup besar. Mbok Sarni kemudian mengambilnya, dan setelah
dibelah ternyata isinya adalah seorang bayi yang sangat cantik jelita. Bayi itu
kemudian diberi nama timun emas.

Semakin hari timun emas semakin tumbuh besar, dan mbok Sarni sangat gembira
sekali karena rumahnya tidak sepi lagi. Semua pekerjaannya bisa selesai dengan
cepat karena bantuan timun emas.

Akhirnya pada suatu hari datanglah si Raksasa untuk menagih janji. Mbok Sarni
sangat ketakutan, dan tidak mau kehilangan timun emas. Kemudian mbok Sarni
berkata, “Wahai raksasa, datanglah kesini dua tahun lagi. Semakin dewasa anak
ini, maka semakin enak untuk di santap”. Si Raksasa pun setuju dan meninggalkan
rumah mbok Sarni.

Waktu dua tahun bukanlah waktu yang lama, karena itu tiap hari mbok Sarni
mencari akal bagaimana caranya supaya anaknya tidak dibawa si Raksasa. Hati
mbok Sarni sangat cemas sekali, dan akhirnya pada suatu malam mbok Sarni
bermimpi. Dalam mimpinya itu, ia diberitahu agar timun emas menemui petapa di
Gunung.

Baca Juga :  Sebuah benda dapat melakukan satu putaran penuh dalam waktu 5 s. Jika jari-jari lintasan 1 m dan sudut awal , , tentukanlah posisi sudut akhir pada saat , = 2 s!,

Pagi harinya mbok Sarni menyuruh timun emas untuk segera menemui petapa itu.
Setelah bertemu dengan petapa, timun emas kemudian bercerita tentang maksud
kedatangannya. Sang petapa kemudian memberinya empat buah bungkusan kecil yang
isinya biji mentimun, jarum, garam, dan terasi. “Lemparkan satu per satu
bungkusan ini, kalau kamu dikejar oleh raksasa itu”, perintah petapa. Kemudian
timun meas pulang ke rumah, dan langsung menyimpan bungkusan dari sang petapa.

Paginya raksasa datang lagi untuk menagih janji. “Wahai wanita tua, mana anak
itu? Aku sudah tidak tahan untuk menyantapnya”, teriak si Raksasa. Kemudian
mbok Sarni menjawab, “Janganlah kau ambil anakku ini wahai raksasa, karena aku
sangat sayang padanya. Lebih baik aku saja yang kamu santap”. Raksasa tidak mau
menerima tawaran dari mbok Sarni itu, dan akhirnya marah besar. “Mana anak itu?
Mana timun emas?”, teriak si raksasa.

 

Karena tidak tega melihat mbok Sarni menangis terus, maka timun emas keluar
dari tempat sembunyinya. “Aku di sini raksasa, tangkaplah aku jika kau
bisa!!!”, teriak timun emas.

Raksasapun mengejarnya, dan timun emas mulai melemparkan kantong yang berisi
mentimun. Sungguh ajaib, hutan menjadi ladang mentimun yang lebat buahnya.
Raksasapun menjadi terhambat, karena batang timun tersebut terus melilit
tubuhnya. Tetapi akhirnya si raksasa berhasil bebas juga, dan mulai mngejar
timun emas lagi. Lalu timun emas menaburkan kantong kedua yang berisi jarum,
dalam sekejap tumbuhlan pohon-pohon bambu yang sangat tinggi dan tajam. Dengan
kaki yang berdarah-darah karena tertancap bambu tersebut si raksasa terus
mengejar.

Kemudian timun emas membuka bingkisan ketiga yang berisi garam. Seketika itu
hutanpun menjadi lautan luas. Tetapi lautan itu dengan mudah dilalui si
raksasa. Yang terakhir Timun Emas akhirnya menaburkan terasi, seketika itu terbentuklah
lautan lumpur yang mendidih, dan si raksasa tercebur di dalamnya. Akhirnya
raksasapun mati.

Timun Emas mengucap syukur kepada Tuhan YME, karena sudah diselamatkan dari
raksasa yang kejam. Akhirnya Timun Emas dan Mbok Sarni hidup bahagia dan damai.

ISI JAWABAN :

Penyabar.
Cantik.
Cemas.
Bingung.
Khawatir.

itulah kunci jawaban dan rangkuman mengenai pertanyaan dan pembahasan soalnya. semoga bermanfaat untuk adik dan teman teman semua. nantikan jawaban lainya hanya di situs faq.co.id ini. Terimakasih semoga dapat nilai yang bagus dan dapat juara kelas ya.

Tinggalkan komentar